Catatan Harian Si Boy (2011).
- Satrio: Menurut gue, nggak ada keluarga di generasi kita yang bener. Semuanya disfungsional.
- Nina: Setuju! Bahkan, gue ngerasa, bahwa keluarga gue yang paling 'bener', adalah temen-temen deket gue, sahabat gue. Kayak lo.
- ---
- Andi: Lo mau kabur? Silakan. Lo kabur berarti lo buang tai di sini. Lo pergi ke sana, lo buang tai lagi di sana. Lama-lama seluruh dunia penuh sama tai lo.
- ---
- Tasha: Baju. Awalnya dari sepotong kain, berbagai bahan. Terus kita jahit, jadi satu bagian sehingga jadi indah. Sama kayak hidup. Awalnya potongan yang kepisah-pisah; keluarga, masa depan, sahabat. Kalo kita bisa jahit dengan baik, hasilnya pasti indah.
- ---
- Andi: Kita keluarga, Yo. Keluarga nggak selamanya adem ayem. Tapi semua bisa dibetulin, Yo.
- ---
- Satrio: Muka lo basi, tapi otak lo encer juga.
- Andi: Bukan otak gue encer, tapi hati gue teduh. Kayak biji gue teduh ada payungnya!
- ---
- Boy: Gue belajar, bahwa di dunia ini, ada sesuatu yang nggak akan bisa lo dapetin, cing. Makanya, gue memulai semuanya dari menulis di selembar kertas putih, catatan harian gue.
- ---
- Nina: Lo udah start. Lo finish lah.
- ---
- Finish what you started.



